Kamis, 23 Februari 2023

Mudahnya Menulis Cerita Fiksi

 

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA PGRI

Gelombang Ke-28

 

Pertemuan ke              : 10

Hari/ Taggal              : Senin, 30 Januari 2023

Tema                       : Kiat Menulis cerita fiksi

Moderator                  : Bambang Purwanto, S.Kom. Gr

Narasumber           : Sudomo, S.Pt

 

Fiksi menjadi salah satu karya sastra yang cukup populer. Dalam fiksi, imajinasi pembaca bisa berkembang bebas, membayangkan cerita yang dibaca. Oleh karena itu, menjadi penulis fiksi tidaklah mudah.

Tak hanya tantangan merangkai alur dan menuliskannya dalam bahasa yang indah, tapi mudah dipahami, seorang penulis fiksi juga harus mampu menghadirkan latar belakang cerita yang memikat. Untuk mengatasi tantangan-tantangan itu, setiap penulis fiksi memiliki caranya masing-masing.

Malam ini peserta KBM gelombang 28 akan diajarkan bagimana menulis cerita fiksi dengan mudah  dengan judul mater “ Kiat Menulis cerita Fiksi “ Dengan narasumber yang hebat yautu bapak Sudomo, S.Pt .

Bapak Sudomo menggunakan alur MERDEKA untuk membagikan tipsnya, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, dan Aksi Nyata sebagai berikut:

v  Mulai Dari Diri Sendiri. Pada alur ini,  tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi tentu ada dan mungkin tak mudah,  namun dengan terus berupaya dengan membaca pengalaman rekan penulis lainnya bisa menjadi suplemen, agar mood dalam menulis cerita tidak pernah padam.

v  Eksplorasi Konsep. Pada alur ini, Pak Sudomo meminta peserta membuka link bacaan dan memperljarinya secara mandiri tentang sebuah cerpen . Garis besar materi dari cerpen tersebut adalah alasan mengapa harus menulis cerita fiksi, syarat bisa menulis cerita fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan tips menulis cerita fiksi dan lain-lain. Ibu Aam sebagai salah satu narasumber pada pertemuan sebelumnya menambahkan bahwa dari sebuah cerpen bisa menyisipkan materi cerita fiksi.

v  Ruang Kolaborasi. Pada alur ini narasumer memberikan beberapa kalimat dan peserta melanjutkan sendiri menjadi satu paragraf sebagai berikut :

 

Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat. 

Jantungku berdetak kencang, kakiku bergemuruh tak menentu, dan pandangan menjadi bergerigi.

Dari bawah selimut kumelihat kaki hitam tebal hendak melangkah masuk, namun terhenti dan mengetuk lantai.

Terdengar suara klik, oh ternyata lampu menyala dan suara “ade ko su tidur?”, ku merasa suara kaka Jack. Segera keluar dari  gebatku dan menatap tercengang, oh, sa kaka tetangga cari anaknya, Nurly.

 

v  Demonstrasi Kontekstual. Pada alur ini kami diminta menuliskan 5 tema dan jawaban saya adalah tema pendidikan, tema linkungan, tema perjalanan, tema pertemanan dan tema percintaan. Mengapa saya memilih tema ini, karena semua ini adalah tema yang pas untuk semua kalangan.

v  Elaborasi Pemahaman. Menuliskan cerita sesuai kemauan tentu harus didasari dengan tips menulis cerita fiksi, yaitu menumbuhkan niat, menentukan ide dan genre yang disukai dan kuasai, membaca karya fiksi orang lain, membuat kerangka, lalu mulailah menulis kemudian tak lupa adalah menyelesaikannya. Hal ini berhubungan dengan pertanyaan ibu Aam selaku narasumber sebelumnya.

v  Aksi Nyata. Pada bagian ini, kami diminta untuk menulis dalam bentuk resume dengan mengkolaborasikan dengan pengalaman pribadi.

Menurut salah seorang peserta cerita fiksi adalah cerita yang didominasi oleh daya imajinasi pengarang agar daya imajinasi terus optimal dengan tidak pernah berhenti menulis. 

Walaupun narasumer atau pemateri telah menjabarkan penjelasannya namun tidak dilakukannya atau tidak mempraktekkannya dengan mulai menulis akan sia-sia.

Sebeleum kegiatan berakhir banyak para pserta yang sangat antusias sekali dengan materi ini bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan. 

Beberpa peserta memberikan pertanyaan sebagai berikut:

 Ibu Imbro’atus dari Jombang menanyakan  kiat membangun alur atau plot cerita fiksi.

Pak Sudomo menjelaskan agar :

  1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;
  2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending.

 

Bapak Sudomo melanjutkan agar cerita tidak melenceng dari rencana awal buatlah outline dengan cara sebagai berikut: 

1.         Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

  1. Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
  2. Membuat premis sesuai tema
  3. Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya.
  4. Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik.
  5. Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
  6. Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

 Dan beliau juga memberikan beberapa poin penting materi, yaitu :

  1. Fiksi mini yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksimini yang terkenal For sale: baby shoes, never worn by Ernest Hemingway. Jika diperhatikan, secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalam.
  2. Flash Fiction. yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.
  3. Premis. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Contoh premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Usaha Menerbitkan Buku

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA Gelombang ke28 Pertemuan ke   : 30 Hari/Tanggal    : Jumat, 17 Maret 2023 Judul Materi     : Usaha Menerbitk...