Rabu, 15 Februari 2023

5 Langkah Menulis sebagai Passion

 

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA PGRI

Gelombang Ke-28

 

Pertemuan ke            : 2

Hari/ Taggal              : Rabu, 11 Januari 2023

Tema                          : MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

Moderator                 : Widya Setianingsih, S.Ag

Narasumber              : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Penulis Resume         : Desmil Hendri, S.Pd


 
Malam ini, Rabu tanggal 11 Januari 2023 adalah malam kedua bagi peserta KBMN PGRI ke-28 untuk mengikuti kegiatan Belajar menulis dengan Moderator Ibu Widya Setianingsih, S.Ag. dan Narasumber Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd (Ratu Antologi, Penulis, Motivator, dan Founder PMA Literasi Istikamah)

Sebelum memulai acara, ibu Wydia menyampaikan kalimat motifasi dari Brian Tracy “Orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses”. Tema pertemuan kedua ini tentang “Menulis dengan Passion”. Passion adalah sesuatu hal yang dilakukan dengan senang dan rasa cinta. Passion bisa juga diartikan sebagai kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang. Dari kata ini, narasumber ingin mengajak para pembaca dan calon-calon penulis hebat untuk “menjadikan menulis sebagai passion”.

Ibu Sri Sugiastuti  yang dikenal dengan Bunda Kanjeng selaku narasumber mengawali materinya dengan sebuah pertanyaan, yaitu mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan? Beliau menjawab bahwa kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir. Selain itu, hingga saat ini profesi penulis adalaah salah satu pekerjaan yang sangat dihargai dan dihormati secara sosial.

Setelah itu, Bunda kanjeng memotivasi pembaca bahwa motivasi penulis sesuai dengan hadits nabi yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain.

Tepat sekali apa yang dikatakan oleh ibu Nara sumber  jika kita ingin bermanfaat untuk orang lain tidak harus dengan memberikan finansial namu ada yang lebih bermanfaat yaitu kita bisa membantu orang lain melaui pemikiran yang kita tulis sebagi ladang ilmu bagi orang lain.

Untuk menjadi seorang penulis yang baik yang dirindukan pembaca tentu tidak mudah. Kita perlu belajra dari penulis terdahulu yaitu dengan membaca tulisan orang lain  atau membaca berbagi macam buku  baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita). Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita membandingkan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat. Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media” tulis Bunda Kanjeng dalam slidenya.

Bunda Kanjeng selaku narasumber juga menjelaskan tahap-tahap yang perlu dilalui oleh seorang penulis, yaitu:

1.    Menggali dan menemukan gagasan/ide. Ide atau gagasan adalah sebuah rancangan yang ada di dalam fikiran. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2.  Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca. Setelah menemukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketble.

3.     Menentukan topik. Topik adalah hal paling dasar yang harus ditentukan terlebih dahulu. Menentukan topik tidak bisa asal-asalanPenentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih, dan siapa sasaran pembacanya.

4.      Membuat outline (bentuk kerangka tulisan). Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5.      Mengumpulkan bahan materi/buku. Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Passion tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan harus ditumbuhkan. Termasuk passion menulis, seseorang tidak akan tahu dari sekilas apakah menulis sejatinya adalah passion atau hanya selingan kegiatan. Orang tersebut harus benar-benar mencoba dan terjun langsung dalam kepenulisan untuk menemukan jawabannya. Jadi, selamat menemukan passion menulis  Anda melalui proses yang penuh ketekunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Usaha Menerbitkan Buku

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA Gelombang ke28 Pertemuan ke   : 30 Hari/Tanggal    : Jumat, 17 Maret 2023 Judul Materi     : Usaha Menerbitk...