KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA PGRI
Gelombang Ke-28
Pertemuan ke : 18
Tema : DIKSI
DAN SENI BAHASA
Moderator : Widya
Arema
Narasumber : Maydearly
Waktu : Jumat,
17 Februari 2023
Tempat :
Daring Via WAG KBMN
Penulis Resume :
Desmil Hendri
Perkembangan
teknologi yang semakin maju mulai menggeser cara manusia dalam berkomunikasi.
Jika dahulu orang ingin berdiskusi, atau melepas rindu dengan cara bertemu,
sekadar menelpon atau berkirim sms. Masa kini kita bisa saling melihat satu
sama lain melalui handphone yang bisa terkoneksi dengan jaringan internet serta
dilengkapi oleh aplikasi yang mendukung seperti Whatsapp, Messenger, Instagram,
Facebook, dan masih banyak lainnya. Kehadiran internet sangat banyak membatu
manusia baik dalam menjaga atau memperpanjang silaturahmi maupun kecepatan
dalam memperoleh informasi.
Dengan kehadiran internet malam ini telah membantu peserta KBMN bersilaturahmi dan menimba ilmu dan inforamsi. Melalui WAG KBMN Om Jai menyapa dengan sebuah diksi "Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang boleh mengisi setiap rongga."
Menurut Om Jay Belajar secara online memang dibutuhkan kesabaran sekaligus keikhlasan. Siapa yang sabar pasti akan pintar. Siapa yang ikhlas pasti tuntas. Belajar menulis harus dimulai dari diri sendiri. Menjaga konsistensi dalam menulis bukanlah perkara mudah. Menulis dalam kesibukan bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Namun, berikanlah tugas itu kepada orang yang sibuk. Sebab orang yang sibuk itu pandai mengelola waktu dengan baik. Mereka sukses dalam hidupnya.
A rungi berdua gemerlap letihnya dunia
H adirkan setiap warna membungkam resah yang ada
A baikan setiap mata munafik yang bersorak dalam
duka
B iarkan tangan kami saling tergenggam, menguatkan
dalam balutan doa
A tau mentertawakan takdir yang dengan seenaknya
mengatur hilir mudik nestapa
T ak usah dengarkan mereka, cukup bersamamu hatiku
jauh dari gulana.
Senja Mengukir Cinta
Oleh: Maydearly
Deru angin dalam semilir
Mengukir ruang resah
Tentang senja paling gulita
Yang membawa rasa untuk dia.
Untuk rembulan dalam temaram
Ku titipkan singasana cinta
Berceloteh tentang rindu
Yang bersembunyi dalam diam.
Sunyi bertahta dalam gelap
Hampa riak suara, kelabu
Hanya menandu rindu
Dari cinta yang berselimut dingin.
Rasa cinta yang tetap terjaga
Bak bersanding dengan alam
Menjadi singgasana keabadian
Membumi dengan lubuk paling dalam.
Untuk dia,
ku jaga rasa
Memeluk rindu seabad
Ku sampaikan dalam maya
Agar terukir cerita paling menawan.
Sahabat adalah kata sederhana yang acap kali merapal makna dalam jiwa. Pada sahabat kerap kita terbangkan kepingan kisah yang tersusun rapi. Sahabat adalah ia yang paling mengerti hati kita dalam lara nan pekat, meski kerap kita tancapkan luka, sang sahabat akan membalas dengan seribu pelukan.
Pengertian Diksi
Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem. Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction Kata kerja ini berarti: pilihan kata. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya. Bisa juga
Diksi adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna atau untuk menggambarkan suatu cerita sesuai dengan keinginan penulis. Diksi dan Puisi dua kata yang tidak bisa terpisahkan. Dengan diksi puisi semakin bernyawa. Dengan diksi pula membuat hati yang dingin menjadi menyala dalam suka cita.
William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang
sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru
bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi
Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora.
Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.
Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa? Ya, sebab banyak keindahan atas sebuah kata yang tak tereja oleh bibir. Diksi bak pijar bintang di angkasa yang menunjukan dirinya dengan kilauan, mempesona dan tak membosankan. Sehingga menarik bagi siapa yang memandang dan membacanya dan merasut kedalam kalbu sipembaca
Lantas, apakah begitu sulit kita dalam berdiksi? Honestly I fell ashame membawakan materi tentang Diksi, karena saya bukan ahli sastra, lebih tepat hanya sebagai penyuka diksi. Bagi penyuka diksi akan terlena dan dimanjakan dengan seuntaian kata yang penuh dengan sarat dan makna yang menusuk kalbu.
Terkadang
banyak penulis yang merasa takut dalam memulai sebuah tulisan, terkadang lidah
kita merasa kelu untuk menulis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang
dibungkam sebelum diterjemahkan dalam bahasa.
Apakah
mungkin saya bisa menulis sebuah bahasa yang indah?.Saya merasa takut tulisan
saya terdengar garing ketika dibaca. Bagi orang yang sudah terbias menulis mereka
kan berkata” menulis itu sederhana Se sederhana mengadukan gula dalam gelas
kopi “(Maydearly). Menulis dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dan
apa yang kita dengarkan. Lantas jurus apa yang harus kita pakai agar kita mampu
menulis dengan segala keindahan.
Agar tulisan kita mampu mencapai segala keindahan ada 5 jurus jitu dalam mengembangkan diksi yang sangat menarik menarik yaitu:
Contoh:
Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah
mengeja rindu yang datang tanpa permisi
2.
Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan
membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika
dipadukan dengan indra penglihatan.
Contoh:
Di
kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan
dilangit harapan
3.
Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap
energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk
menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.
Ku
kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp
tangan kiriku. Telah terkubur dengan
bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.
4.
Sense of Sight adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki
Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah
menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah
pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka
seolah bisa menonton dan membayangkannya.
Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa
warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.
Derit
daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu
hanya sebagai lamunan
5.
Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar.
Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana?
Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses
yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak
suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa
lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan
membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.
Derum
kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa
berat oleh jerit keputus asaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan
yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu.
Acap
kali dalam menulis kita hanya melibatkan otak kita sebagai muara untuk berpikir
tanpa kita dengar, tanpa kita rasa, tanpa kita raba, jika terkadang sesuatu di
pelupuk mata bisa menjadi rongga untuk mencumbu tulisan kita.
Mengapa
kita selalu melihat kursi yang kita duduki dengan pandangan yang begitu
sederhana? Sesekali buatlah ia mempesona dan anggun.
Di
atas kursi ini, aku pernah memeluk ratapan bagaimana menungguimu dengan sebuah
doa takdim. Setelah mencoba, kita akan yakin, setelah yakin Pasti Bisa
Did
you know a true writes is someone that never feeling down. Seberapa sulit hal
yang kita hadapi she's never give up. Ia sama sekali tak putus asa, selalu
berusaha mencoba dan terus mencoba.
Seberapa sulit ia menata perasaan nya, she's always
create a good idea ia selalu menumbuhkan ide2 baru
Sebelum kegaiatan berakhir dibuka beberapa
pertanyaan yang bisa menuntun kita untuk gampang menulis diksi bagi pemula
yaitu :
1.
Menulis dengan melibatkan ke lima panca indra
2. Sering
membaca tulisan yang beraroma diksi.
3. Tulis
saja apa yang diras , abaikan keraguan, lihat,
rasakan, lakukan, tulis seindah jemari mampu mengubah isi hati.
4. Sesekali jangan menulis kata yang kerap orang jumpai. Carilah
padanan atau sinonim dari kata yang kita tunjuk.
5. Menulislah dengan hati yang jujur, karena tulisan yang
dicampuri oleh hati, maka ia akan sampai pada hati pembaca.



.jpeg)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaaf ibu terhapus ya
Hapus